Penyidik Gali Peran Munarman di Kasus Ninoy


Penulis:  tri subarkah - 09 October 2019, 22:46 WIB
Antara
Antara

PENYIDIK Polda Metro Jaya mencecar Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman dengan 18 pertanyaan terkait kasus penculikan dan penganiayaan relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh kuasa hukum Munarman, Azis Yanuar. Menurut Aziz, pertanyaan penyidik seputar percakapan antara Munarman ke salah salah satu tersangka yang sudah ditetapkan, yakni Supriadi.

"WA dari dan ke Bang Munarman dan ke salah satu yang ditahan Pak Supriadi. Seputar itu saja," ujar Aziz di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10).

 

Baca juga: Novel Bamukmin Siap Buka Alibi di Kasus Ninoy Karundeng

 

Namun, ia menegaskan bahwa substansi percakapan tersebut jauh kaitannya dengan penganiayaan Ninoy.

"Itu isi WA dua hari setelah kejadian tanggal 30 yang terkait dengan Ninoy, agak jauh sebenarnya subtansinya," paparnya.

Pemeriksaan terhadap Munarman sebenarnya sudah rampung sejak masuk waktu Maghrib, tetapi ia masih berada di ruang pemeriksaan Gedung Resmob Polda Metro Jaya. Aziz mengatakan keterangan kliennya akan dikonfrontasi dengan keterangan Supriadi.

"Kalau alasanya teknisnya, bahwa keterangan dari Pak Munarman mau dikonfrontir dari Pak Supriadi yang saat ini tahanan titipan di Krimum (Direktorat Kriminal Umum-red). Tapi kalau ada alasan lain, kita tidak tahu juga," pungkasnya.

Munarman tiba di Polda Metro Jaya pada jam 11.20 untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Munarman turut terseret dalam kasus penganiayaan Ninoy lantaran ia diduga memerintahkan Supriadi yang merupakan Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Falah, untuk menghapus rekaman dari kamera CCTV di Masjid Al Falah, Pejompongan sebagai tempat kejadian perkara

Saat ini, polisi sudah menetapkan 13 orang, termasuk Bernard Abdul Jabbar yang merupakan Sekretaris Jendral (Sekjen) Persaudaraan Alumni 212. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT